Sabtu, 14 Januari 2012

SESUATU

Tetesan air hujan terus membasahi setiap atap rumah, pohon-pohon, dan seluruh lapisan tanah. Dalam setiap tetesan yang jatuh mengandung semua arti hidup, mulai dari setiap kesempatan yang ada, waktu yang harusnya tidak kita sia-siakan dan semua yang harusnya kita lakukan yang dapat bermanfaat. Setetes air hujan yang hanya berukuran 0,1-1mm ini tanpa kita sadari sangatlah bermanfaat bagi kita yang tidak perduli dengan makna dari suatu benda sekecil apapun itu. Kehidupan sesungguhnya itu dimulai jika dimana seseorang dengan tidak meminta-minta mendapat musibah mulai dari yang berskala besar baik yang berskala kecil dan akan menghadapinya dengan sikap yang penuh tangggung jawab dan penuh resiko yang harus dipilihnya untuk meneruskan petualangan hidupnya nanti. Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi dimasa depan kelak, yang mungkin dapat membahagiakan kita ataupun sebaliknya.

hope: Di ujung langit sana, banyak sekali harapan-harapan yang telah aku gantungkan, yang kelak suatu hari nanti satu per satu dari gantungan itu aku ganti dengan kata-kata "pertahankan". ^_^

Kamis, 12 Januari 2012

klasifikasi bunga melati


Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
Jasminum
Jasminum sambac air
keluarga hiola-pakaya

TIPE HUJAN

Hujan dibedakan menjadi empat tipe, pembagiannya berdasarkan faktor yang menyebabkan terjadinya hujan tersebut :
a.    Hujan Orografi
Hujan ini terjadi karena adanya penghalang topografi, udara dipaksa naik kemudian mengembang dan mendingin terus mengembun dan selanjutnya dapat jatuh sebagai hujan. Bagian lereng yang menghadap angina hujannya akan lebih lebat dari pada bagian lereng yang ada dibelakangnya. Curah hujannya berbeda menurut ketinggian, biasanya curah hujan makin besar pada tempat-tempat yang lebih tinggi sampai suatu ketinggian tertentu.
b.    Hujan Konvektif
Hujan ini merupakan hujan yang paling umum yang terjadi didaerah tropis. Panas yang menyebabkan udara naik keatas kemudian mengembang dan secara dinamika menjadi dingin dan berkondensasi dan akan jatuh sebagai hujan. Proses ini khas buat terjadinya badai guntur yang terjadi di siang hari yang menghasilkan hujan lebat pada daerah yang sempit. Badai guntur lebih sering terjadi di lautan dari pada di daratan.
c.    Hujan Frontal
Hujan ini terjadi karena ada front panas, awan yang terbentuk biasanya tipe stratus dan biasanya terjadi hujan rintik-rintik dengan intensitas kecil. Sedangkan pada front dingin awan yang terjadi adalah biasanya tipe cumulus dan cumulunimbus dimana hujannya lebat dan cuaca yang timbul sangat buruk. Hujan front ini tidak terjadi di Indonesia karena di Indonesia tidak terjadi front.


d.    Hujan Siklon Tropis
Siklon tropis hanya dapat timbul didaerah tropis antara lintang 0°-10° lintang utara dan selatan dan tidak berkaitan dengan front, karena siklon ini berkaitan dengan sistem tekanan rendah. Siklon tropis dapat timbul dilautan yang panas, karena energi utamanya diambil dari panas laten yang terkandung dari uap air. Siklon tropis akan mengakibatkan cuaca yang buruk dan hujan yang lebat pada daerah yang dilaluinya.